Sholawat Tibbil Qulub dan Covid-19

Oleh: Ismail, S. HI., MA

(Kepala Bagian Perencanaan dan Kepegawaian PTA Padang)

 

Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW memiliki banyak manfaat dan khasiat yang tidak terhitung bagi yang membacanya. Salah satu nikmat dan ganjaran terbesar shalawat adalah Allah SWT membalasnya dengan 10 kali sholawat yang berarti 10 rohmat Allah mendatangi kita. Maka bersholawatlah sebanyak dan sesering mungkin dan disaat apapun di sela waktumu yang kosong.

Dalam al Quran surat al-Ahzab ayat 56 Allah SWT berfirman tentang anjuran untuk bershalawat:

 

إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

 

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi . Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Ahzab. 56)

 

Shalawat biasanya dibacakan saat sebelum menjelang adzan atau sesudah adzan oleh para mu'adzin. Di daerah Jawa khususnya di Jawa Tengah, sholawat ini bahkan hampir setiap hari dan dibacakan atau dilantunkan setelah adzan, baik adzan dhuhur, asar, maghrib, isya' maupun subuh. Dilantunkan dengan nada-nada yang dikumandangkan setelah adzan, Orang Jawa biasa menyebutnya "sholawatan".[1]

Sholawat tibbil qulub[2] memiliki keutamaan, sebagai penawar atau obat, Syifa’ dalam sholawat tersebut bermakna obat atau penawar, baik obat hati maupun obat sakit zhahir badan, dengan cara tawasul kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW yakni dengan bersholawat. Kata "wa'afiyatin" dalah sholawat tibbil qulub yakni bermakna permohonan agar sehat jasmani dan rohani bagi segala tubuh dan segala penawarnya, cahaya bagi segala mata dan sinarnya. Sedangkan kalimat "Wa Nuuril Abshori Wa dhiyaiha" merupakah bentuk tawashul kepada Nabi agar mata kita diberikan cahaya, baik mata hati ataupun mata nyata kita, ditunjukkan jalan yang lurus yang menyinari, dan dijauhkan segala maksiat terkait pandangan mata.

Shalawat tibbil qulub juga dikenal dengan nama Sholawat Syifa (Sholawat Obat/Penawar) dan ini diambil dari kitab “Mafaatihu as-sa’adaah fi Sholawat”. Al Habib Abu Bakar bin Abdullah bin ‘Alwi bin Abdulloh bin Tholib Al-Athos.

Sholawat tibbil qulub selain disebut dengan Sholawat syifa juga dikenal dengan sholawat nuril abshor, sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, yakni permohonan kepad Allah melalui sholawat nabi agar mata kita diberikan cahaya dan petunjuk yang lurus sebagaimana telah dibahas sebeluamnya.

         

Maka fadhilah shaawat thibbil qulub adalah mengobati tubuh dari beberapa penyakit (memberikan kesehatan), menjadikan beban hati, badan dan pikiran semakin ringan, menyembuhkan dan mengobati hati dari sifat tercela dan kegundahan atau was-was, serta memberi cahaya dan sinar bagi mata hati dan masih banyak lagi.

          Nah, apa hubungannya dengan wabah Corona (covid-19) yang melanda negeri ini? Tentu sangat ada hubungannya. Corona atau Covid-19 adalah wabah penyakit yang membawa virus menyerah tubuh manusia dan dapat berujung mematikan nyawa manusia.  Akibatnya pada infeksi saluran pernapasan yang umumnya ringan, seperti pilek sifatnya lebih mematikan. Sampai saat ini belum ada vaksin atau obat antivirus untuk mencegah atau mengobati infeksi koronavirus pada manusia.[3]

Sedangkan shalawat tibbil qulub merupakan shalawat Thibbiyah yang terkenal dan memiliki sebagai penawar atau obat penyakit yang melekat pada jasmani manusia. Karena dalam bacaan tersebut terdapat kandungan tawasul kepada Junjungan Nabi Besar Muhammad SAW. Maka shalwat tibbil qulub adalah solusi “vaksin” untuk menyehatkan jasmani dan rohani bagi segala tubuh dan segala penawarnya dari virus corona atau covid-19 ini. Maka sengaja penulis cantumkan dibawah ini lafadz shalawat tibbil qulub agar  bisa dibaca dan dihafal setiap saat serta sangat pas sekali bila diucapkan setiap kesempatan yang tidak mengenal ruang dan tempat .

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا وَعَافِيَةِ الْاَبْدَانِ وَشِفَائِهَا وَنُوْرِ الْاَبْصَارِ وَضِيَائِهَا وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ  وَسَلِّم

 

(Allohumma Sholli ‘ala sayyidinaa muhammadin thibbil qulubi wa dawa ihaa wa ‘afiyatil abdaani wa syifaa ihaa wa nuuril abshoori wa dhiyaa ihaa wa ‘alaa aalihi wa shohbihi wa sallim)

 

Ya Allah limpahkan rahmat kepada junjungan kami nabi Muhammad Saw, sebagai obat hati dan penyembuhnya, penyehat badan dan kesembuhannya, sebagai penyinar penglihatan mata  beserta cahayanya dan semoga rahmat tercurah limpahkan kepada para sahabat beserta keluarganya.”

 

          Oleh karena itu substansi syairnya adalah penghayatan yang mendalam akan makna yang terkandung dalam setiap bahasa shalawat itu sendiri. Maka Pengadilan Tinggi Agama Padang dan Pengadilan Agama Padang berkolaborasi memadukan syair shalawat thibbil qulub ini dalam bentuk nada shalawat dan dapat dililihat pada akun youtube Pengadilan Tinggi Agama Padang  https://www.youtube.com/watch?v=COLxDBFiSNY . selamat mencoba dan menikmati kesyahduan shalawat thibbil qulub…

 

[1] Dalam kitab Saadah al-Darain Fi Shalat Ala sayyid al-kaunain, syaikh Yusuf Ibn Ismail al-Nabhani menisbahkan shalawat ini kepada Syaikh Abu al-Barakat Ahmad al-Dardir. Ada sedikit perbedaan redaksi dari shalawat Thibb al-Qulub atau yang disebut juga shalawat al-Thibbiyyah ini, dalam redaksi Syaikh Ahmad al-Shawiy tidak ada tambahan (وَقُوْتِ اْلأَرْوَاحِ وَغِذَائِهَا). Tambahan tersebut disebutkan oleh Syaikh Yusuf Ibn Ismail al-Nabhaniy dalam kitab Saadah al-Darain Fi Shalat Ala Sayyid al-Kaunain. Kemudian Sayyid Muhammad Ibn Alawiy al-Maliky mengukuhkan kembali dalam kitab ‎Abwab al-Faraj dan Sawariq al-Anwar Min Ad’iyah al-Sadah al-Akhyar. Sumber https://wiyonggoputih.blogspot.com/2017/02/sholawat-thibil-qulub.html

 [2] Salah satu shalawat yang istimewa dan memiliki banyak keutamaan adalah sholawat Tibbil Qulub atau sholawat Syifa atau juga dikenal dengan shalawat Nuril Abshor. sebagaimana sholawat pada umumnya yang jelas akan manfaatnya baik dunia maupu akhirat. sholawat tibbil qulub ini juga dikhususkan dalam mengobati dan menyembuhkan berbagai macam penyakit baik penyakit dhohir/badaniyah maupun batin/hati.

[3] Koronavirus atau coronavirus (istilah populernya: virus koronavirus corona, atau virus Corona) adalah sekumpulan virus darisubfamili Orthocoronavirinae dalam keluarga Coronaviridae dan ordo Nidovirales. Kelompok virus ini yang dapat menyebabkan penyakit  pada burung dan mamalia (termasuk manusia). Pada manusia, koronavirus menyebabkan infeksi saluran pernapasan yang umumnya ringan, seperti pilek, meskipun beberapa bentuk penyakit seperti SARSMERS, dan COVID-19 sifatnya lebih mematikan. Manifestasi klinis yang muncul cukup beragam pada spesies lain: pada ayam, koronavirus menyebabkan penyakit saluran pernapasan atas, sedangkan pada sapi dan babi menyebabkan diare. Belum ada vaksin atau obat antivirus untuk mencegah atau mengobati infeksi koronavirus pada manusia.

 

 

 

Tinggalkan Komentar

 

 

 

Statistik Pengunjung

4 0 6 2 7
Hari Ini
Kemarin
Bulan Ini
Bulan Kemarin
Total
149
425
7318
8816
40627
IP Anda : 34.236.245.255
2020-10-24 12:20